
FEBI UIN Antasari Gelar 3rd ACIEB 2026, Angkat Transformasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global
Banjarmasin – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan 3rd Antasari Conference of Islamic Economic and Business (ACIEB) 2026 pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Zafri Zam Zam, Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Antasari Banjarmasin, dengan diikuti oleh dosen secara langsung serta sejumlah mahasiswa FEBI yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dari Gedung Perkuliahan FEBI.
Mengusung tema “Digital Transformation in an Era of Global Uncertainty”, ACIEB 2026 menjadi forum akademik untuk membahas transformasi digital dalam menghadapi ketidakpastian global, khususnya dalam bidang ekonomi Islam, keuangan, dan bisnis. Konferensi ini menjadi wadah bagi akademisi dan peserta untuk bertukar gagasan, berbagi hasil pemikiran, serta mendiskusikan peluang dan tantangan perkembangan teknologi digital dalam dunia ekonomi dan bisnis.
Jalannya konferensi dipandu oleh moderator Novita Alvinuri, B.Sc., M.A. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. dari UIN Antasari Banjarmasin yang menyampaikan welcoming speech, Associate Professor Dr. Donella Caspersz dari The University of Western Australia, Associate Professor Dr. Muhammad Roil Bilad, Ph.D. dari Universiti Brunei Darussalam, serta Dr. H. Zaki Mubarak, M.Si., M.Fin. dari UIN Antasari Banjarmasin.

Berbagai subtema dibahas dalam konferensi ini, meliputi transformasi digital dan keuangan Islam, kecerdasan buatan dan masa depan bisnis, inovasi keuangan digital, perbankan digital dan inklusi keuangan, serta ekonomi Islam dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Selain itu, pembahasan juga mencakup kewirausahaan digital dan UMKM, industri halal dan ekonomi digital, keuangan sosial Islam di era digital, etika kecerdasan buatan, maqashid syariah dan tata kelola digital, serta ketahanan dan daya saing ekonomi di tengah ketidakpastian global.
ACIEB 2026 diselenggarakan dengan format hibrida (hybrid event), sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring. Peserta yang berasal dari lingkungan UIN Antasari Banjarmasin dapat hadir secara langsung, sementara peserta dari luar UIN Antasari dapat mengikuti konferensi secara daring. Kegiatan ini menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.


Melalui penyelenggaraan ACIEB 2026, FEBI UIN Antasari Banjarmasin berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi di bidang ekonomi dan bisnis Islam. Konferensi ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan mahasiswa serta mendorong lahirnya gagasan dan solusi yang relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan dinamika ekonomi global.
Penyelenggaraan ACIEB 2026 menjadi salah satu upaya FEBI UIN Antasari Banjarmasin untuk memperluas jejaring akademik serta mendorong pengembangan kajian ekonomi dan bisnis Islam agar semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Tag:ACIEB, ACIEB 3rd, febi, FEBI UIN Antasari



